apt. Rina Saputri, M.Farm: Alasan Minum Obat Asam Urat, Tapi Nyerinya Tambah Parah

Minum Obat Asam Urat, tapi kok Nyerinya tambah parah?

Gout atau asam urat merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat pada saat ini. Pada umumnya masyarakat sering menggunakan Alluporinol untuk menangani kadar asam urat yang tinggi. Sampai saat ini masih ada masyarakat yang mengkonsumsi Alluporinol tanpa konsultasi dengan dokter maupun apoteker, dan pada akhirnya memperparah terjadinya nyeri sendi.

Apakah mengkonsumsi Alluporinol sebagai obat asam urat sudah tepat?

Alluporinol merupakan obat golongan penghambat xanthine oksidase yang mampu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh. Xanthine oxsidase merupakan enzim yang membantu produksi asam urat di dalam tubuh, sehingga jika enzim ini terhambat maka produksi asam urat di dalam tubuh juga terhambat dan pada akhirnya akan mengurangi kadar asam urat di dalam tubuh. Alluporinol merupakan obat pilihan pertama untuk menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh, selama tidak ada kontra indikasi.

Penggunaan Alluporinol untuk mengatasi gout tidak dianjurkan diberikan saat serangan gout akut karena penurunan kadar asam urat secara tiba – tiba akan menyebabkan serangan akut lebih lanjut. Pada pasien yang sudah dalam terapi rutin mengkonsumsi obat penurun asam urat, penggunaan Alluporinol tetap dapat dilanjutkan meskipun pasien dalam fase gout akut. Perubahan kadar asam urat yang mendadak baik peningkatan maupun penurunan dapat menyebabkan serangan gout akut semakin parah, hal ini lah yang menyebabkan pasien yang mengkonsumsi Alluporinol pada saat serangan akut mengalami nyeri yang semakin marah.

Bagaimana mengkonsumsi Alluporinol yang tepat?

  1. Jika pasien baru mengalami serangan gout akut, maka pastikan terlebih dahulu nyeri sendi telah hilang sepenuhnya. Jika sudah hilang baru dilanjutkan dengan mengkonsumsi Alluporinol.
  2. Pengobatan asam urat dengan Alluporinol dilakukan dalam jangka waktu yang panjang sampai target penurunan kadar asam urat tercapai, sehingga penting untuk mengkonsumsi Alluporinol secara teratur sesuai jangka waktu yang sudah ditetapkan oleh dokter. Pada umumnya perlu dilakukan monitoring setiap 4 minggu untuk melihat penurunan kadar asam urat.
  3. Alluporinol sebaiknya dikonsumsi setelah makan.
  4. Alluporinol sebaiknya dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya agar hasil terapi lebih maksimal.

Bagaimana jika lupa meminum Alluporinol?

Jika pasien lupa mengkonsumsi Alluporinol, maka disarankan agar sesegera mungkin mengkonsumsinya sewaktu ingat jika jeda dengan jadwal konsumsi obat berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, maka abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Berapa Dosis Alluporinol yang dianjurkan?

Alluporinol diberikan mulai dosis 100mg/hari dan dapat dinaikan secara bertahap sampai dosis maksimal 900 mg/hari jika fungsi ginjal baik. Apabila dosis yang diberikan melebihi 300 mg/hari maka pemberian Alluporinol dalam dosis terbagi.

Bagaimana menangani serangan akut?

Pada umumnya untuk mengatasi serangan akut pasien diberikan obat untuk mengurangi nyeri. Pilihan obat nyeri disesuaikan dengan onset serangan, ada tidaknya kontra indikasi seperti penyakit penyerta, serta pengalaman pasien dengan obat – obat sebelumnya.

Apakah ada upaya lain agar hasil maksimal?

Penumpukan kadar asam urat yang tinggi di dalam tubuh disebabkan karena faktor genetik dan pola hidup yang sering mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat purin. Purin itu sendiri merupakan turunan dari protein yang terkandung di dalam tubuh dan juga bisa didapatkan dari makan yang kita konsumsi. Purin di dalam tubuh akan diubah menjadi asam urat. Semakin banyak purin di dalam tubuh maka semakin banyak juga asam urat di dalam tubuh. Jadi, jika kita ingin mengurangi asam urat di dalam tubuh, maka kita juga harus mengurangi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi. Jadi agar hasil terapi maksimal, selain mengkonsumi Alluporinol juga harus dikombinasi dengan penerapan gaya hidup sehat.

Untuk hasil terapi yang maksimal dan mencegah efek samping dari penggunaan obat, jangan lupa konsultasikan penyakit Anda dengan dokter dan konsultasikan obat Anda dengan Apoteker !!!

Penulis:


apt. Rina Saputri, M.Farm
Dosen Bidang Farmasi Klinik
Jurusan Farmasi
Fakultas Kesehatan UNISM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *